Rabu, 03 Februari 2010

NASIB J A L DI TANGAN PASAR BEBAS

JAL perusahaan penerbangan terbesar di asia dari sisi pe dapatan terbebani oleh utang hingga 22 miliar dolar as atau seekitar 220 trukyun rupiah jelas ini bukan sedikit karena sudah hampir mencapai angka seper empat APBN kita yang mencapai 1000 trilyun rupiah. JAL nyaris mati bukan karena persoalan profesionalisme yang lemah atau masalah SDM yang tidak beemutu tapi karena kerasnya persaingan pasar bebas yang keras, krisis global yang yang menghantam negara negara maju termasuk jepang ikut memperparah keadaan JAL. Perusahaan yang tadinya hanya bermasalah pada pembayaran hutang pun harus menghadapi permasalahan serius berupa berkurangnya jumlah penumpang dan akhirna JAL dipaksa untuk menjalani terapi dengan mengajukan perlindungan kredit dari kebangkrutan di bawah hukum rehabilitasi perusahaan disampong harus memecat sejumlah karyawan sekitar 16 ribu karyawan. Ini xontoh betapa kejamnya sistem pasar bebas manakala kondisi dalam negeri belum mampu penghadapi persaingan pasar bebas itu.

------------------------

Republika. Tajuk 20 januari 2010.

Tidak ada komentar: